Haryanto Pengrajin Gamelan Jawa

Pengrajin Gamelan, Besi, Kuningan dan Perunggu. Yang beralamatkan di Munggur RT01/14, Bejen, Karanganyar.

Membuat&menjual beberapa perangkat alat Gamelan, Slendro/Pelok besi pencu kuningan dengan harga Rp.50juta, kemudian ada juga seperangkat Gamelan Slendro/Pelok kuningan Rp.130juta.
Ada juga, Gamelan perunggu dengan harga Rp.250juta.
Untuk informasi detail dan pemesanan silahkan hubungi:
085-867-328-656 / 082-134-760-973

Kamis, 27 Maret 2014

SBY Pernah Pesan Gamelan di Tempat Ini



KARANGANYAR (KRjogja.com)
- Kerajinan gamelan milik Haryanto (40) di Kelurahan Bejen, Karanganyar Kota merupakan satu-satunya yang tersisa di Karanganyar. Kerajinan gamelan yang ditekuni sejak 1997 ini sudah menyebar ke berbagai daerah, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah memesan.

Menurut Haryanto, meski usaha yang ditekuni ini sudah semakin berkembang, namun tetap saja dirinya terkendala pada permodalan. Modal usaha dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Karena kendala modal itulah, dirinya kerap mengecewakan pembeli karena tidak bisa memenuhi semua pesanan.

Dijelaskannya, gamelan yang dibikin bersama puluhan pekerjanya terbuat dari besi atau kuningan. Untuk gamelan yang terbuat dari besi harganya berkisar Rp 50 juta-Rp 80 juta satu set dan yang terbuat dari bahan kuningan lebih mahal lagi, yakni mencapai Rp 150 juta.

"Selama ini pesanan yang paling banyak adalah dari besi. Mungkin karena lebih murah harganya. Pembeli kebanyakan berasal dari sekolah-sekolah atau instansi berbagai daerah seperti di Jawa dan Sumatera," ujarnya.

Haryanto mengatakan, gamelan yang terbuat dari bahan kuningan memiliki karakter suara yang lebih bagus dibanding besi. Oleh karena itu, banyak pemesan yang menginginkan gamelan besi pesanannya dilapisi kuningan pada pencon atau ujungnya. Seperti untuk gong, kenong, bonang, demung serta saron. Satu set gamelan lengkap terdiri atas rebab, siter, demung, saron, slenthem, kenong, bonang, kempul, gender, kendang, gong, gambang dan suling.

Diceritakan Haryanto, dibutuhkan setidaknya waktu satu bulan untuk bisa membuat satu set gamelan lengkap. Meski banyak yang memesan satu set lengkap, tetapi tidak sedikit orang yang membeli eceran. "Banyak juga yang hanya beli gong atau demung saja. Kadang ada juga yang memesan kendang untuk musik campursari," tambahnya.

Selama menggeluti usaha ini, Haryanto tidak akan pernah lupa pengalaman saat membuatkan gamelan pesanan Presiden SBY. Dia sendiri yang mengantar gamelan pesanan itu yang ditempatkan di rumah keluarga SBY di Pacitan. Selain itu dia juga pernah menerima pesanan gong yang memiliki garis tengah sepanjang dua meter. (Sam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar